Sumber kemacetan berada di tiga lokasi. Pertama, akses masuk lokasi di samping Kampus UMJ. Kedua, Akses masuk lokasi di Pertigaan Gintung, dan yang terkhir di UIN Kampus 2. Keluar masuknya kendaraan membuat jalanan macet. Walaupun tidak macet total, tapi terlihat setiap kendaraan, khususnya roda empat hanya mampu melaju dengan rata-rata kecepatan 5-20 km. Bahkan sesekali kendaraan tidak bisa bergerak sama sekali.
Sunday, March 29, 2009
Kemacetan Di Lokasi Situ Gintung
Sumber kemacetan berada di tiga lokasi. Pertama, akses masuk lokasi di samping Kampus UMJ. Kedua, Akses masuk lokasi di Pertigaan Gintung, dan yang terkhir di UIN Kampus 2. Keluar masuknya kendaraan membuat jalanan macet. Walaupun tidak macet total, tapi terlihat setiap kendaraan, khususnya roda empat hanya mampu melaju dengan rata-rata kecepatan 5-20 km. Bahkan sesekali kendaraan tidak bisa bergerak sama sekali.
Saturday, March 28, 2009
Sehari Pasca Musibah Gintung

Sabtu, 28 Maret 2009, hujan deras mewarnai hari setelah musibah jebolnya tanggul Situ Gintung. Team penyelamat masih melakukan penyisiran disekitar kejadian untuk menemukan orang yang diduga hilang pada hari sebelumnya ketika airbah meluluhlantahkan sebagian daerah di sekitar Situ Gintung...
Hampir semua regu penyelamat dari berbagai organisasi turun mengerahkan kemampuannya untuk menyisir daerah sekitar guna menemukan daftar penduduk yang hilang pada musibah yang terjadi di hari Jumat, 27 Maret 2009. Mulai dari organisasi Masyarakat, Perusahaan Raksasa, sampai Partai-partai politik.
Tidak bisa dicegah lagi, jalan sepanjang Lebak Bulus sampai Rempoa macet total. Karena memang banyak pengunjung yang berdatangan ke lokasi. Entah hanya untuk melihat-lihat atau membantu warga menemukan sanak familinya yang masih dikabarkan hilang.
Berbagai jenis kendaraan berjajar parkir di sepanjang ruas jalan Jl.Ir.H.Juanda. Sehingga menimbulkan kemacetan yang luar biasa. Bahkan kendaraan yang dinaikin oleh kami hanya mampu berjalan 10km per jam. Kadang harus berhenti total selama 5-10 menit.
Tidak ada yang bisa disalahkan dalam kemacetan ini. Dilema untuk menjustifikasi. Menyalahkan mereka yang parkir di jalanan, belum berani karena siapa tahu kedatangan mereka untuk membantu warga.
Satu yang bisa kita sikapi; bersabar dengan kondisi ini dan berdoa semoga semuanya kembali normal dan Tuhan memberikan kekuatan kepada mereka yang terkena musibah ini.
Selengkapnya...
Friday, March 20, 2009
MUSIM "ML"
Musim "ML" sudah dimulai. Tapi jangan berpikiran kotor dulu. "ML" di sini adalah Malam Lesehan". Suatu program tambahan milik Lembaga Bimbingan Belajar Gama88. "ML" adalah program yang dikhususkan bagi siswa-siswi Gama 88 yang duduk di bangku kelas XII SMA, baik IPA ataupun IPS.
ML bersifat sukarela, artinya program ini tidak wajib diikuti. "Kalau orang tua mengizinkan, dan tidak mengganggu kesehatan, maka silahkan Program Ini diikuti, makanya program ini hanya dilaksanakan pada hari Sabtu saja atau malam Minggu saja. Ini mengingat agar program ini tidak mengganggu kegiatan siswa di esok harinya. Secara hari minggunya kan libur", tutur Donita Emy sebagai akademik Gama88 Jakarta.
ML dilaksanakan mulai jam 16.00 sampai 22.00. Wah lama banget...apa bisa belajar selama ini. Tenang dulu!, jam tersebut dibagi berdasarkan sekolah dan jurusannya. Untuk mereka yang sekolah di SMA, baik jurusan IPA dan IPS mulai jam tambahan ini atau ML pada pukul 16.00 - 19.00. Dilanjutkan oleh mereka yang duduk di bangku SMK dari jam 19.00- 22.00.
Dalam program ML ini mata pelajaran yang disajikan adalah; Matematika, Kimia, Fisika, Biologi, B.Indonesia, B.Inggris (untuk IPA), Matematika, Ekonomi, Geografi, B.Indonesia, Sosiologi, B.Inggris (untuk IPS), sementara untuk Sekolah SMK hanya tiga, yaitu; B.Inggris, B.Indonesia, Matematika. Tentunya seluruh mata pelajaran itu tidak diberikan dalam satu malam. Karena ini program yang bersifat nyantai, maka terkadang dalam sekali ML siswa belajar hanya dua atau satu pelajaran. Kebijakan ini tidak terlepas dari usul siswa peserta ML.
Monday, March 9, 2009
"Wong Ndeso" Melihat Krisis
Martini tersipu malu. Baru belakangan ini, pengusaha handicraft itu diperkenalkan dengan kemampuan internet yang mampu menembus belahan dunia untuk menjajakan hasil kerajinannya. Kini, internet pula yang mulai mengusik pikirannya tentang krisis keuangan global yang melanda dunia.
Masalah krisis keuangan global baru saja diketahui oleh perempuan yang tinggal di Desa Bangungcipto, Sentolo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, ini.
Dulu, sebelum internet diperkenalkan kepadanya, isu-isu dunia diperolehnya dari televisi atau, kalau sempat membeli, dari koran. ”Saya ini cuma wong ndeso. Kalau memang negara lain dibilang susah, ya paling cuma bisa dilihat dari turun atau tidaknya order dari luar negeri. Tapi, jangan salah, kata buyer di luar negeri, order turun karena perubahan musim,” kata Martini, beberapa waktu lalu.
Namun, Martini mengakui, krisis keuangan global semakin menjadi pembicaraan konsumen, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Padahal, bagi pelaku usaha kecil dan menengah ini, krisis keuangan global masih sulit dipahami.
Hal itu pun diakui Erlyn Eko, perajin batik etnik di Klaten, Jawa Tengah. Bagi Erlyn, pasar domestik sesungguhnya masih bisa dijadikan andalan asalkan produsen mau sedikit susah payah mencari selera pasar tanpa harus menghilangkan kekhasan produknya.
”Kalau dibilang uangnya krisis, kenapa konsumen masih ada saja yang meminati produk kita? Kalau kita bermain kualitas, ya pastilah harga jual juga bisa tambah tinggi,” ujar Erlyn.
Lain halnya dengan perajin furnitur, Oki Widayanto, Chief Executive Djawa, di Ngaglik, Sleman. Di era globalisasi yang menyebabkan pasar semakin terbuka, krisis keuangan global justru disikapi dengan management services.
Dengan modal teknologi software ciptaannya, Oki bukan sekadar menjual furnitur bernilai jual tinggi. Riwayat perjalanan dari kayu sampai menjadi furnitur perlu dijadikan poin penting yang bisa menjadi nilai tambah.
Bahkan, sebelum ada kesepakatan penjualan, Oki mampu memberikan desain dan risiko pengiriman produknya. ”Ke depan, kita tidak bisa cuma bicara kualitas, harga, fungsi, dan desain. Konsumen di luar negeri kini sudah bicara pilihan produk yang safety dan sustainability alias tidak merusak lingkungan,” papar Oki.
Bukan segalanya
Roda perekonomian diyakini masih tetap harus bergerak. Krisis bukanlah berarti segala usaha juga harus berhenti. Apabila seorang entrepreneur megap- megap sampai menghentikan usahanya, tentu buruhnya bakal ikutan sengsara.
Tak terhitung, berapa jumlah anggota keluarga si buruh yang ikutan menanggung dampaknya? Praktisi bisnis dari Fletcher School and Columbia Business School, Ignasius Jonan, memandang, saat ini pemerintah dan dunia usaha harus lebih memperkuat unit analisis untuk membaca berbagai perkembangan tren di pasar global.
Hal itu penting agar pengusaha bisa lebih siap menyiapkan langkah antisipasi dalam menghadapi ketidakpastian yang semakin tinggi, khususnya antisipasi untuk entrepreneur yang paling bawah.
Saat ini banyak fenomena pasar global yang sulit bisa dipahami dengan menggunakan cara pandang atau kerangka pikir konvensional atau dari sisi hukum permintaan dan penawaran saja.
Untuk memahami fluktuasi harga komoditas, termasuk minyak bumi, misalnya, tidak bisa lagi dipahami hanya dengan melihat kedua sisi tersebut.
Tidak ada negara yang bisa menghindar dari arus globalisasi, termasuk Indonesia. Yang bisa dilakukan adalah menghadapinya dengan cerdas agar bisa memetik manfaat.
”Untuk itu, sangat diperlukan kemampuan untuk melakukan analisis secara cermat terhadap setiap perkembangan yang ada agar kita bisa mengetahui kemampuan comparative advantage perekonomian nasional, baik dalam percaturan perekonomian regional maupun global,” ungkap Jonan.
Menurut Jonan, di antara negara yang mampu memanfaatkan arus globalisasi dengan baik adalah China dan India, serta sejumlah negara Eropa Timur.
Taraf hidup negara-negara bekas Blok Timur meningkat luar biasa. Pada tahun 2007, pendapatan per kapita (berdasarkan purchasing power parity) Romania naik menjadi 11.000 dollar AS. Sementara di tahun yang sama, Estonia dan Slowakia juga telah mencatat pendapatan per kapita yang tinggi, yakni masing-masing sebesar 21.800 dollar AS dan 20.200 dollar AS.
Kemajuan China dan India
China dan India pernah mencapai pertumbuhan PDB 8-10 persen per tahun. Di samping itu, China dipercaya telah mengentaskan sekitar 400 juta rakyatnya dari batas garis kemiskinan sejak negeri Tirai Bambau itu membuka diri pada globalisasi tahun 1979 dan diyakini telah memiliki cadangan devisa sekitar 1.300 miliar dollar AS.
Jonan memandang pemerintah harus berupaya memberikan panduan yang lebih tegas dan terarah menghadapi krisis ini sehingga bisa memberikan rasa aman bagi semua pihak, termasuk wirausaha di pedesaan yang kerap buta atau ketinggalan informasi perkembangan ekonomi dunia.
Di sektor keuangan, tantangan terbesar yang dihadapi adalah kemungkinan munculnya tatanan baru di sektor keuangan global. Ini harus diantisipasi karena dampaknya akan begitu besar, tidak hanya terhadap sektor keuangan nasional, tetapi juga akan berdampak pada sektor riil, terutama dalam aspek pembiayaan.
Jangan heran, di saat likuiditas semakin ketat, pelaku usaha terutama di pedesaan justru lebih memilih lembaga keuangan mikro dibandingkan dengan perbankan. Semua itu dijadikan pilihan demi menyambung asa di tengah hiruk pikuk globalisasi. (STEFANUS OSA)
Sumber Asli: klik di sini
Selengkapnya...
Jangan Paksa Kami Pilih Anda!
Laporan wartawan KOMPAS.com Inggried Dwi Wedhaswary
Cobalah telusuri beberapa wilayah di ibukota. Kita akan menjumpai kesibukan perbaikan fisik di beberapa titik. Entah itu jalan akses masuk yang diperbaiki, atau pengecatan sejumlah fasilitas umum. Ada apa ya? Aktivitas perbaikan itu ternyata tak bisa dilepaskan dengan perhelatan pesta demokrasi yang akan berlangsung sebulan lagi.
Praktik seperti ini bukan hanya terjadi pada pemilu tahun ini saja. Sudah bertahun-tahun. Entahlah, apakah dapat dikategorikan sebagai bentuk politik uang atau tidak. Bagaimana tanggapan warga tentang 'budi baik' partai politik atau caleg yang berlaga? Tergodakah untuk memberikan suara pada mereka?
"Kalau mau kasih uang, bangun jalan, silahkan saja. Kami senang. Tapi, ya jangan paksa untuk milih lah," kata Purwanto, seorang warga Petamburan, Jakarta Pusat, saat ditemui Kompas.com, Sabtu (7/3).
Namun, ia mengaku tak ada perbaikan apapun di wilayah tempat tinggalnya. Hanya saja, beberapa caleg pernah datang berdialog dengan warga dan menjanjikan akan melakukan sejumlah perbaikan. Purwanto mengaku tak tahu bahwa apa yang dilakukan para politisi itu merupakan bentuk 'suap' secara halus agar dipilih warga.
"Ya biar saja. Kalau pas nyoblos, dia juga enggak tahu kita pilih siapa, hahaha," ujarnya. ...
Warga Pulo Cempaka, Grogol Selatan, Jakarta, beberapa pekan lalu melakukan perbaikan sejumlah jalan di beberapa gang di kawasan itu. Perbaikan dilakukan dengan bermodal sumbangan seorang caleg dari sebuah partai baru.
"Sebelum diperbaiki orangnya datang, kenalan sama warga. Dibilangin, mau jadi anggota DPR gitu. Terus tanya, warga perlu perbaikan apa," terang warga setempat, Erna.
Erna mengatakan, masa-masa pemilu memang menjanjikan harapan. Meski ia tak tahu, apakah budi baik para politisi akan tetap sama pascapemilu usai. "Ya semoga aja, enggak cuma pas mau pemilu gini pada baik ya. Yang dulu-dulu juga modelnya begitu," kata dia.
Tergoda untuk memilih sang caleg atau partainya? "Ah enggak juga. Saya mah, dari jaman dulu pilihannya tetap sama (menyebut nama partai). Kalau sekarang, orang ngasih apa ya terima aja, hahaha," ujar ibu dua anak ini sambil tertawa lepas.
Jangan kira mereka bisa 'diarahkan', karena mereka sudah punya pilihan!
Sumber Asli: klik di sini
Selengkapnya...
Friday, March 6, 2009
Rumah Tangga Tegang Bikin Wanita Sakit-sakitan

UTAH, SABTU — Rumah tangga yang tegang memiliki dampak lebih buruk pada kesehatan perempuan dibandingkan dengan pada pria. Demikian hasil penelitian terbaru.
Perempuan yang memiliki hubungan tak bahagia lebih mungkin menjadi sakit-sakitan. Mereka terserang tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, gula darah tinggi, dan penanda lain apa yang dikenal sebagai "sindrom metabolisme".
Demikian disampaikan Nancy Henry, calon doktor di Fakultas Psikologi Sehat Klinis di University of Utah. Sindrom metabolis meningkatkan risiko sakit jantung, stroke, dan diabetes.
Nancy mewawancarai sebanyak 276 pasangan, yang berusia 54 tahun, dengan menggunakan daftar pertanyaan. Ia bertanya mengenai aspek positif kualitas perkawinan seperti saling mendukung dan berbagi. Dan dampak negatif seperti perdebatan, rasa bermusuhan, dan ketidaksepakatan mengenai masalah penting seperti anak-anak, seks, uang, dan ipar serta mertua. Ia bertanya mengenai gejala depresi. Pasangan tersebut telah menikah rata-rata selama 27,5 tahun.
"Bagi sebagian besar, Anda dapat mengatakan, ini adalah pasangan yang berumah tangga secara bahagia," kata Nancy. Sebanyak 20 persen pria dan 12 persen perempuan dalam studi itu memiliki sindrom metabolis—yang didiagnosis ketika tiga atau lima faktor risiko ditemukan.
"Umumnya pria, sama seperti perempuan, lebih mungkin untuk mengalami depresi akibat ketegangan dalam rumah tangga, tapi hubungan antara kondisi negatif, depresi dan sindrom metabolis hanya terjadi pada perempuan. "Depresi pada perempuan menjadi penyebab munculnya sindrom metabolis," kata Nancy.
Sumber Asli: klik di sini
Selengkapnya...
Tiap Orgasme, Cairan Bening Muncrat dari Ms V
T. Umur saya 24 tahun. Bisa dikatakan bahwa libido seks saya sangat tinggi. Saya sudah sering berhubungan seks dengan pasangan saya dan kami sama-sama merasakan kepuasan. Tiap berduaan dengan pasangan saya mudah sekali horny dan sangat sering. Bahkan kalau saya sedang berjauhan dengan pasangan (di luar kota), libido seks saya tetap tinggi, hingga tiap hari bisa masturbasi.
Apakah dengan kondisi ini saya bisa dikatakan hypersex? Posisi yang kami suka adalah posisi konvensional (saya di atas, pasangan di bawah) dan doggie style. Yang ingin saya tanyakan adalah, bagaimana sebenarnya ciri-ciri wanita jika mengalami orgasme? Tiap kali merasakan puncak, pasangan saya mengeluarkan cairan bening, sering muncrat-muncrat (Squirt) dan tiap kali saya tanyakan dia mengatakan rasanya luar biasa, ketegangan yang memuncak, normalkah ini? Saya masih ragu dengan hal ini, karena dari beberapa artikel yang pernah saya baca, tidak semua wanita bisa mengalami squirt dan dari artikel tersebut juga mengatakan squirt adalah sebuah anugrah, karena rasanya yang luarbiasa dan tidak semua wanita bisa mengalami tiap kali berhubungan seks. Pasangan saya mengalami squirt jika posisi saya berada di atas. Mengapa saat posisi doggie style pasangan saya lebih merasakan penetrasi penis saya? terima kasih.
J. Bagi pria seusia Anda, tingkat libido seperti itu sebenarnya cukup normal. Tidak perlu khawatir dengan libido saat ini.
Pada wanita, sulit memastikan apakah orgasme yang dialaminya asli atau palsu. Namun sama dengan pria, jantung wanita juga berdebar kencang saat tengah orgasme. Harus dimengerti bahwa wanita mengekpresikan orgasmenya dengan cara berbeda-beda, di antaranya dengan menggeram, dengan memegang erat pasanganya, dengan menggoncangkan tubuhnya seperti kejang. Cara terbaik untuk tahu pasti adalah dengan menanyakan langsung pada pasangan kamu apakah dia orgasme.
Pasangan kamu merasakan penetrasi lebih saat doggie style adalah karena penis Anda dapat menyentuh bagian sensitif dalam vaginanya yang hanya bisa dilakukan melalui doggie style. Ini hal yang normal.
Sumber Asli: klik di sini
Selengkapnya...
Tukang Becak Jadi Caleg

Liputan6.com, Tegal: Menjadi calon anggota legislatif bukan hanya menjadi keinginan kalangan berduit dan terdidik. Abdul Wahid, seorang pengayuh becak warga Jalan Kemuning, Kota Tegal, Jawa Tengah, menjadi caleg DPRD Kota Tegal dengan nomor urut empat untuk Daerah Pemilihan Tegal Timur dari Partai Persatuan Pembangunan.
Wahid mengaku tidak memiliki modal dalam jumlah besar untuk maju menjadi caleg. Selain dari modal sendiri ia juga mendapat sumbangan dari masyarakat sekitar yang simpati dengan perjuangannya. Dukungan paling besar datang dari sang istri tercinta.
Abdul Wahid optimistis pada pemilihan umum April mendatang mampu meraih kursi di DPRD Kota Tegal. Ayah tiga anak yang setiap harinya mangkal di Pasar Induk Tegal ini mengaku maju menjadi caleg dengan modal ijazah sekolah menegah umum serta pengalaman maju sebagai caleg Pemilu 2004. Saat itu ia gagal dan hanya mampu meraih 200 suara.
Untuk mempromosikan dirinya, Wahid sudah mengahabiskan dana Rp 5 juta untuk membuat stiker. Sedangkan untuk keperluan lainnya seperti membeli bambu guna memasang bendera ia mendapat sumbangan dari warga sekitar. Jika terpilih Abdul Wahid berjanji akan menyisihkan gajinya untuk kepentingan masyarakat sesuai kontrak politik yang ditandatangani yaitu 50 persen untuk keluarga, 15 persen untuk DPC DPP, dan 35 persen untuk masyarakat.(YNI/Sugihartono)
Sumber Asli: klik di sini
Selengkapnya...
Thursday, March 5, 2009
Sudah 37.905 Buruh Di-PHK

JAKARTA, KAMIS - Pemerintah harus secepatnya menjalankan berbagai proyeknya untuk menciptakan lapangan kerja baru. Korban pemutusan hubungan kerja akibat industri kolaps terus berjatuhan. Sampai 27 Februari lalu sudah 37.905 buruh kehilangan pekerjaan.
Ini belum termasuk buruh yang dirumahkan. Sesuai dengan data tim pemantauan Direktorat Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi yang diterima di Jakarta, Kamis (5/3), sebanyak 16.329 buruh telah dirumahkan karena pabrik tak lagi optimal berproduksi.
Sebagian besar buruh bekerja di industri pengolahan, perkayuan, dan kehutanan. Jumlah PHK dikhawatirkan terus bertambah mengekor tren negatif kinerja ekspor nasional.
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno menegaskan, walau kondisi sulit, PHK harus tetap mengikuti prosedur. Pemerintah daerah diminta meningkatkan pengawasan untuk mengantisipasi PHK dan terus mendorong forum dialog bipartit tingkat perusahaan.
Dihubungi seusai rapat koordinasi pelaksanaan program stimulus fiskal, Erman mengatakan, Depnakertrans mendapat anggaran tambahan Rp 300 miliar. Anggaran ini dialokasikan untuk pelatihan keterampilan dan kewirausahaan korban PHK, melengkapi fasilitas pelatihan, dan program kerja padat karya.
”Pemerintah telah menajamkan anggaran APBN dan sisa anggaran sebagai stimulus khusus yang tidak boleh dipakai selain untuk pekerjaan yang membuka lapangan kerja penanggulangan krisis,” ujar Erman.
Di tempat terpisah, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jawa Barat Mustopa Djamaluddin mengatakan, korban PHK di sektor tekstil sampai akhir Februari mencapai 18.000 orang dan sebanyak 5.000 orang telah dirumahkan.
Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan Jawa Timur Indra Wiraguna mengatakan, pihaknya menerima permohonan PHK untuk 1.247 buruh industri perkayuan, permebelan, dan kertas.
Sebanyak 2.388 buruh lainnya juga terancam PHK dan 2.638 buruh sektor transportasi dan makanan sudah dirumahkan. Para pengusaha pun meminta pemerintah bertindak menjalankan stimulus nyata, bukan sekadar utak-atik instrumen fiskal.
Biayai importir berpotensi
Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) Ambar Tjahyono meminta pemerintah membiayai importir berpotensi dari seluruh dunia hadir dalam pameran International Furniture and Craft Fair Indonesia (Iffina) di Jakarta, 11-15 Maret 2009.
Sedikitnya ada 6 juta pekerja langsung dan 5 juta pekerja tak langsung dalam industri permebelan dan kerajinan, yang hampir 85 persen berskala kecil dan menengah. ”Iffina 2009 menjadi titik perjuangan optimal Asmindo. Kalau upaya pemasaran ini gagal, industri permebelan dan kerajinan nasional bisa hancur,” kata Ambar.
Krisis juga membuat pola pemesanan tekstil dan produk tekstil berubah. Sekretaris Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ernovian G Ismy mengatakan, dari sisi order, industri tekstil diperkirakan hanya bisa bertahan sampai Mei atau Juni. Pemesanan jangka panjang sudah sulit.
Pola pemesanan pun berubah, dari bulanan, triwulan, atau semester. ”Tidak ada yang untuk setahun,” ujarnya. Pengusaha berupaya mempertahankan tingkat utilitas 70-80 persen.
Apabila daya beli makin sulit dan utilitas produksi anjlok lagi menjadi 50 persen, industri tekstil terpaksa mengambil pilihan efisiensi terakhir, PHK.
Jika industri skala besar sudah banyak melakukan PHK, industri skala kecil menengah masih mampu bertahan. Ketua Perhimpunan Pengusaha Tekstil Majalaya Deden Sawega mengatakan, pengurangan hari kerja menjadi solusi untuk mempertahankan usaha mereka. Industri tekstil Majalaya adalah pemasok tekstil ke Pasar Tanah Abang, Jakarta.
Hal senada diungkapkan Ketua Asmindo DI Yogyakarta Yuli Sugianto untuk menyiasati anjloknya ekspor mebel DIY sampai 50 persen. Untuk industri persepatuan dan alas kaki di Jawa Timur, sampai saat ini belum ada kenaikan permintaan.
Ketua Asosiasi Industri Persepatuan Indonesia Sutan RP Siregar di Surabaya mengungkapkan, tingkat permintaan Januari 2009 sudah anjlok 15 persen dibanding Januari 2008.
Suku bunga
Ketua Komite Tetap Perdagangan Dalam Negeri Kadin Bambang Soesatyo mengatakan, suku bunga yang tinggi di tengah kelesuan ekonomi sekarang ini menjadi penyebab utama turunnya permintaan kredit, baik untuk modal kerja, investasi baru, maupun konsumsi.
Langkah BI yang agresif menurunkan suku bunga acuan (BI Rate) belum direspons perbankan dengan menurunkan bunga kreditnya. ”Secara gradual, suku bunga bank akan turun. Semakin bank percaya diri, semakin cepat bank menurunkan bunga,” kata Deputi Gubernur BI Muliaman D Hadad.
Namun, lanjut Muliaman, pada masa krisis, transmisi dari BI Rate ke suku bunga bank biasanya butuh waktu (time lag) lebih lama daripada masa normal.
Dalam kondisi normal, penurunan BI Rate akan ditransmisikan bank ke suku bunga dana dan kredit sekitar 2-3 bulan.
Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) Arwin Rasyid mengatakan, penurunan BI Rate merupakan sinyal positif bagi masyarakat, pengusaha, dan perbankan.
”Sekarang tantangannya adalah bagaimana bunga simpanan masyarakat benar-benar turun,” katanya. Menurut Arwin, deposan besar masih minta bunga tinggi. Kalau bank tidak memberi, deposan besar tersebut akan pindah ke bank lain.
Pada akhirnya bank juga akan menolak karena suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) sudah lebih rendah dari bunga deposito yang diberikan kepada nasabah besar. Rendahnya suku bunga SBI juga akan mendorong bank menyalurkan kredit.(HAM/FAJ/OIN/OSA/ARA/ENY/GRE/BEE/SUP/ABK)
Sumber Asli: klik di sini
Selengkapnya...
Ikan Gurame Berwajah Manusia
CHONGJU, KAMIS — Chongju, kota kecil yang terletak di Provinsi Chungcheong, Korea Selatan, saat ini tengah menjadi pusat perhatian dunia. Pasalnya, sebuah keajaiban dunia hewan ditemukan di tempat ini, yaitu seekor ikan berwajah manusia.
Mungkin banyak yang mengerutkan kening, tanda tidak percaya. Namun, hal ini nyata adanya. Ikan tersebut memiliki hidung, mata, dan bibir layaknya manusia. Dua garis tipis dan dua titik di bagian atas ikan mirip mata manusia. Diduga, ikan ini merupakan turunan peranakan dua spesies keluarga ikan gurame yang dikenal dengan nama ikan tangerine.
Koran-koran lokal di Korea Selatan berlomba-lomba mengambil foto terbaik ikan tersebut untuk ditampilkan di media masing-masing. Ikan ini memiliki panjang 80 cm dan lingkar badan 50 cm. Cukup besar untuk ukuran seekor ikan turunan gurame.
Ikan ini hidup dalam kolam kecil di belakang rumah seorang pria berusia 64 tahun. Ikan tersebut berada di sana sejak tahun 1986 silam. Namun, baru belakangan ini ikan berwajah manusia ini menarik perhatian khalayak.
“Ikan saya semakin mirip manusia beberapa tahun belakangan,” kata sang pria si empunya ikan yang tidak mau disebutkan namanya, seperti dikutip koran Inggris The Telegraph, Rabu (4/3).
Terdapat dua ekor ikan berwajah manusia di kolamnya. Sayang, keduanya sama-sama betina sehingga tidak mungkin mengawinkan mereka untuk mendapatkan keturunan aneh berikutnya. Toh tak semua orang percaya dengan keberadaan ikan berwajah manusia tersebut, salah satunya adalah Mike Guerin, seorang pemerhati ikan. Dalam situsnya, www.thejump.net, Guerin meragukan keaslian foto ikan berwajah manusia tersebut.
Menurutnya, cerita mengenai ikan berwajah manusia telah menjadi perbincangan hangat di internet beberapa waktu belakangan. Tak jarang diskusi dan berita tentang ikan tersebut disertai judul yang dicetak besar dan tebal "Ditemukan, Ikan Berwajah Manusia".
“Ini tidak asli. Hanya utak-atik komputer semata,” bantah Guerin dalam situsnya. Guerin menjelaskan, ikan berwajah manusia sesungguhnya permainan dalam game Sega. Di Jepang, permainan Sega atau Seaman diedarkan hampir sama dengan Blair Witch Project di Amerika.
Tengkorak dan fosil Seaman dipajang di museum dan toko-toko. Sebuah buku berupa jurnal Jean-Paul Gasse baru saja diterbitkan untuk mempropagandakan cerita tersebut. “Bagi saya, ini hanya keusilan mereka yang suka menyebarkan sampah dan kegegeran melalui online,” tutur Guerin.
Ini merupakan kedua kalinya ikan menjadi berita utama di Asia. November 2008 silam, sekawanan ikan di Changsha, Provinsi Hunan, China, menjadi perbincangan selama beberapa pekan karena ulahnya. Ikan-ikan itu mengerumuni seekor angsa yang mendarat di sebuah danau untuk mencari ikan sebagai mangsa.
Sekawanan ikan yang marah menggerombol bersama dan melawan sang bebek yang hendak memangsa mereka. Ikan-ikan itu seolah menegaskan, danau tersebut merupakan kekuasaan mereka. Si bebek akhirnya kalah dan memilih terbang dari danau tersebut. Cerita ini kemudian menggegerkan.tel/wna/jump/tis
Sumber Asli: klik di sini
Selengkapnya...
Saturday, February 28, 2009
Ribuan Tulang Bayi Ditemukan di Klinik Aborsi
Minggu, 1 Maret 2009 | 11:44 WIB
JAKARTA, MINGGU
Polisi menggali saluran air di klinik aborsi milik Sriatun alias Atun di Kompleks Maisomette Blok B20, RT 02 RW 01, Johar Baru, Jakarta Pusat, Sabtu (28/2). Dari penggalian tersebut polisi menemukan ribuan tulang yang diduga berasal dari bayi-bayi yang diaborsi.
Keterangan hasil penggalian ini disampaikan Kepala Polsektro Johar Baru Kompol Theresia Mastail kepada Warta Kota, Sabtu (28/2) siang. "Dari penggalian kemarin kami menemukan ribuan tulang yang kami kumpulkan dalam ember. Jadi diduga Atun telah melakukan aborsi terhadap ribuan janin dan bayi," ujar Theresia.
Tulang-tulang berukuran kecil itu dikirim ke Pusat Laboratorium Forensik Polri untuk diperiksa. Temuan itu tidak membuat Theresia puas. Wanita berkulit sawo matang ini berjanji untuk tetap menelusuri praktik aborsi Atun. Dari penyelidikannya diketahui bahwa selain melakukan praktik aborsi di kliniknya, Atun juga menerima panggilan aborsi.
Hal itu diketahui Theresia setelah meminta keterangan dari Atun. Kinerja mereka dipermudah dengan menyebar sejumlah calo di Jakarta sehingga saat ada warga yang ingin menggugurkan kandungan, Atun tinggal datang ke rumah si pasien. Cara ini mudah dilakukan karena Atun dan Agung hanya membawa alat penyedot janin.
Melihat kinerja Atun yang rapi, kata Theresia, tidak tertutup kemungkinan Atun memiliki cabang klinik aborsi di tempat lain. Oleh karena itu, polisi akan terus menyelidikinya agar mengetahui sejauh apa praktik aborsi Atun.
"Selain memperkerjakan dr Agung, Atun juga menyiapkan sejumlah dokter yang siap dipanggil kapan pun untuk mengaborsi. Maka bisa disebut kinerja Atun dkk ini sudah merupakan sindikat aborsi yang terorganisasi," ujar Theresia.
Demi membongkar praktik haram ini, Polsektro Johar Baru menggeledah dua rumah yang dimiliki Atun. Dua rumah itu berada beberapa puluh meter dari klinik, tepatnya terletak di Kompleks Maisomette Blok A No 10 dan Blok A No 12.
Dari kedua rumah itu, polisi menemukan peralatan medis yang digunakan Atun, seperti jarum suntik, insulin, dan tempat tidur. Selain itu, polisi juga menemukan sebuah buku daftar pasien yang telah menggugurkan janinnya. Dalam buku itu tercatat tujuh pasien. Di rumah Atun di Blok A No 12 ditemukan uang sebesar Rp 5 juta.
Theresia mengatakan, dengan ditemukannya barang-barang bukti tersebut pihaknya menduga bahwa dua rumah tadi juga digunakan untuk praktik aborsi. Oleh karena itu, pihaknya berencana menggali saluran air, septic tank, dan toilet di dua rumah tersebut. "Kemungkinan kami akan kembali melakukan penggalian pada Senin (2/3) atau Selasa. Untuk saat ini kami hanya memeriksa dua rumah ini sebagai bahan untuk mengumpulkan bukti-bukti baru," tegas Theresia.
Sementara itu, jumlah tersangka yang semula dua orang, yaitu Atun dan dr Agung Waluyo, bertambah menjadi sembilan orang. Tujuh tersangka baru terdiri dari tiga pasien aborsi yang tertangkap saat polisi menggerebek klinik aborsi dan empat karyawan Atun yang tertangkap basah saat tengah membantu proses aborsi.
Kartu nama
Salah satu cara yang dilakukan Atun dalam mempromosikan praktik aborsi di kliniknya adalah dengan mencetak dan menyebarkan kartu nama. Menurut Theresia, kartu nama itu dibagikannya kepada para calo. "Atun mencetak kartu nama, disebar ke pasien, dan disebar ke calo di Tamansari," katanya.
Yang mencengangkan, menurut Theresia, di rumah Atun juga disediakan penginapan bagi pasien. Fasilitasnya? Layaknya hotel bintang tiga yang dilengkapi kamera pengintai alias CCTV.
Langkah selanjutnya, kepolisian akan mengembangkan penyelidikan karena kemungkinan masih ada tempat aborsi di wilayah lain. "Kelihatannya begitu. Ada TKP lain yang jauh dari lokasi yang ada sekarang, tapi masih di wilayah Jabodetabek," ujarnya. (GET)
Sumber Asli: klik di sini
Selengkapnya...
Thursday, January 22, 2009
Israel Indikasikan Pembebasan Tahanan Palestina
Jumat, 23 Januari 2009 | 04:41 WIB
KOTA GAZA, JUMAT - Pemerintah Israel mengindikasikan keinginan untuk membebaskan warga Palestina yang ditahan di penjara-penjaranya. Upaya yang merupakan bagian dari kesepakatan gencatan senjata dibentuk setelah Israel terlibat pertempuran 3 pekan di Gaza.
Laporan media di Israel menyebutkan beberapa menteri kabinet di negara ini telah bersikap lunak dengan menyampaikan keinginan membebaskan tahanan asal Palestina untuk ditukar dengan Sersan Gilad Schalit. Sikap tersebut mengisyarakan upaya pemerintah Israel mencapai sebuah kesepakatan dengan Hamas menjelang pemilu Israel bulan depan.
Hamas menuntut pembebasan ratusan pejuangnya untuk ditukarkan dengan Schalit yang diringkus oleh militan terkait Hamas dalam sebuah pertempuran antarperbatasan pada 2006. Harian Yediot Ahronot melaporkan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert menetapkan pembebasan Schalit sebagai prioritas utamanya sebelum berakhir masa jabatannya dalam beberapa pekan mendatang.
Sumber Asli : klik di sini
Selengkapnya...
Hillary dan Obama Dukung Pembentukan Negara Palestina
Jumat, 23 Januari 2009 | 05:29 WIB
YERUSALEM, JUMAT - Hillary Clinton menelpon Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert pada hari pertamanya menyandang jabatan resmi menteri luar negeri AS. Abbas telah menyampaikan ke Hillary kesediaannya untuk bekerjasama dengan pemerintah baru AS untuk mencapai penyelesaian damai komprehensif di Timur Tengah.
Keterangan yang dikeluarkan oleh kantor kepresidenan Mahmoud Abbas menyebutkan Hillary dan Presiden AS Barack Obama akan berupaya mendukung terbentuknya negara Palestina dan mengurangi penderitaan masyarakat Palestina. Sementara keterangan yang dikeluarkan oleh kantor Olmert Kamis (22/1) menyebutkan Israel masih berminat mencapai perdamaian Timur Tengah dan "menginvestasikan upaya besar dalam mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi penduduk Gaza." Israel menarik mundur pasukannya Rabu (21/1) setelah menggencarkan serangan militer selama 22 hari terhadap militan Hamas di Gaza.
Sumber Asli : klik di sini
Selengkapnya...
Wednesday, January 21, 2009
Lewat Terowongan untuk Membeli Cokelat

Kamis, 22 Januari 2009 | 04:42 WIB
Oleh Trias Kuncahyono dan Mustafa Abd Rahman
Dari atap rumah, yang kira-kira hanya berjarak 300 meter dari tembok pemisah Mesir-Jalur Gaza, kami bisa melihat dengan leluasa wilayah Rafah, Jalur Gaza. Dari sana pula kami melihat dua pesawat tempur Israel melayang-layang di udara, lalu mengeluarkan kembang api dan kemudian mengebom bagian tengah Jalur Gaza. Kami hanya melihat kepulan asap tipis di kejauhan. Entah kota mana yang menjadi korban Israel saat itu.
Kami pun mulai akrab dengan Walid dan terlibat pembicaraan seru. Ketika kami tanya soal terowongan, ia lalu cerita panjang lebar dengan begitu lancar.
”Anda lihat itu sebuah rumah bercat putih di sisi Palestina,” katanya sambil menunjuk pada sebuah rumah. ”Di dalam rumah itu ada terowongan. Empat bulan lalu, saya masuk ke Palestina lewat terowongan bawah tanah itu,” tutur Walid yang mengaku masih duduk di kelas II SMP.
Sebenarnya ia takut melintasi terowongan yang panjang dan gelap itu, takut runtuh, takut ketahuan aparat, tetapi tetap nekat dilakukan. Ia harus merangkak sepanjang terowongan. ”Saya takut mengulangi lagi masuk terowongan. Takut ambruk,” katanya sambil menceritakan bagaimana ia mulai masuk terowongan, turun ke kedalaman 15 meter dengan hati-hati menggunakan tali untuk meluncur ke bawah.
”Kalau yang berani, biasanya meluncur dengan cepat. Ada pula yang menggunakan tangga untuk turun ke dasar terowongan. Lebar mulut terowongan hanya kira-kira dua meter atau malah kurang. Setelah sampai di dasar, mulailah merangkak menuju ke wilayah Palestina. Ini saat menakutkan. Sekali lagi, saya tidak akan mengulangi lagi, apalagi sekarang ini saat sulit. Karena banyak tentara di sepanjang perbatasan,” katanya.
Ia nekat masuk ke Jalur Gaza lewat terowongan bawah tanah karena ingin membeli cokelat, biskuit, dan kue-kue yang tidak ada di Mesir. ”Cokelat dan kue-kue di Jalur Gaza lezat dan enak sekali, jauh lebih enak dibandingkan dengan kue-kue yang ada di Mesir. Saya saat itu beli kue dan cokelat di Jalur Gaza seharga 7 dollar AS (sekitar Rp 77.000),” lanjut Walid.
Sebaliknya, menurut penuturan Walid, warga Palestina juga menggunakan terowongan bawah tanah itu untuk membeli rokok, susu, bahan makanan, dan bahan bakar yang harganya di Rafah, Mesir, jauh lebih murah dibandingkan dengan di Jalur Gaza.
Sama seperti penuturan Ismail, ia membantah jika terowongan itu digunakan untuk menyelundupkan senjata dari Mesir ke Jalur Gaza. ”Di kalangan penduduk di sini, terowongan itu hanya digunakan untuk menyelundupkan bahan makanan dan bahan bakar dari Mesir ke Jalur Gaza. Namun, isu penyelundupan senjata tidak ada di sini,” papar Walid.
Menurut dia, dahulu siapa saja bisa masuk Jalur Gaza melalui terowongan dengan membayar 100 dollar AS (sekitar Rp 1,1 juta) kepada pemilik atau pembuat terowongan itu.
”Tapi mereka yang mau melintas menuju Jalur Gaza atau sebaliknya harus kenal dengan pemilik terowongan atau ada mediator dipercaya yang memperkenalkan pemilik terowongan itu dengan pengguna terowongan tersebut. Jadi, sebenarnya tidak mudah juga menggunakan terowongan bawah tanah,” tutur Walid.
Ia menjelaskan, pemilik terowongan itu harus hati-hati karena di sini banyak mata-mata Israel. ”Penduduk di perbatasan Jalur Gaza, Mesir, itu sudah tahu semua bahwa ada mata-mata Israel di sini. Israel membayar 1.000 dollar AS (sekitar Rp 11 juta) kepada mata-matanya setiap ada informasi penting dan bermanfaat untuk Israel,” ungkap Walid sambil menambahkan bahwa cerita itu beredar di masyarakat.
Terlalu berbahaya
Meski sudah tahu banyak terowongan bawah tanah, Walid menolak mengantar kami ke salah satu terowongan bawah tanah itu. ”Sekarang pasukan dan aparat keamanan Mesir menjaga ketat wilayah perbatasan. Siapa pun dicegah masuk ke wilayah perbatasan ini. Kalau empat bulan lalu, saya bisa mengantar Anda ke berbagai terowongan bawah tanah di sini,” lanjut Walid.
Menurut penuturan Walid, aparat keamanan Mesir sejak tiga bulan lalu menghancurkan banyak terowongan bawah tanah. Akan tetapi, tentu masih banyak pula terowongan bawah tanah yang belum ditemukan aparat Mesir.
Walid menambahkan, aparat keamanan Mesir itu sebenarnya sudah tahu sejak dulu tentang terowongan bawah tanah, tetapi mereka diam saja.
”Banyak pengguna terowongan dari warga Palestina atau Mesir yang menyogok aparat keamanan Mesir sehingga aparat keamanan itu diam. Terowongan itu sudah ada sejak lama dan antara penduduk dan aparat keamanan di sini sudah saling paham. Anda bisa mengerti kan,” kata Walid sambil tertawa.
Kami pun tertawa walau tidak dapat menemukan satu pun terowongan. Namun, kami masih berharap bertemu lagi dengan Ismail, seorang guru sekolah dasar yang berjanji mengajak kami ke terowongan bawah tanah.
Ketika petang harinya kami ketemu lagi dengan Ismail, sambil meminta maaf dia mengatakan masih belum berani mengajak kami ke terowongan yang diceritakan.
”Jangan ke sana, terlalu berbahaya,” kata Hasan, saudara Ismail, yang petang itu ada di antara kami.
Pupus sudah harapan kami. Barangkali lain waktu masih mendapat kesempatan. Itulah harapan kami untuk menghibur diri, setelah beberapa hari mencari terowongan bawah tanah, tetapi tidak berhasil menemukannya. (Trias Kuncahyono/ Mustafa Abd Rahman, dari Rafah, Mesir)
Sumber Asli: klik di sini
Selengkapnya...
Tuesday, January 20, 2009
Israel Bayar Mata-mata untuk Mengungkap Terowongan

Rabu, 21 Januari 2009 | 05:02 WIB
Oleh Trias Kuncahyono dan Mustafa Abd Rahman
Pertemuan kami dengan Ismail tidak sengaja. Petang itu, kami tengah berada di Bukit Zaitun—begitu kami menyebut bukit yang ada di sebelah kanan Pintu Gerbang Rafah, Mesir—untuk melihat sepak terjang pesawat tempur Israel mengebom wilayah Rafah, Jalur Gaza, Palestina.
Ismail (38), lelaki Badui yang tinggal di sekitar bukit itu, tiba-tiba menyapa kami, ”Assalamualaikum,” dan
mengulurkan tangannya. Kami pun menjawab dengan salam yang sama. Dan, kami pun, seperti layaknya orang-orang di Timur Tengah saat bertemu, lalu berjabat tangan dan kemudian berpelukan.
Lelaki Badui bertubuh kecil itu begitu ramah. Ia lalu bercerita tentang gempuran pesawat tempur Israel. Dari sinilah pembicaraan kami masuk ke soal terowongan rahasia yang ada di sepanjang tembok perbatasan Mesir-Jalur Gaza. Terowongan inilah yang dipersoalkan Israel dan dianggap sebagai jalan untuk menyelundupkan senjata oleh Hamas.
Selama beberapa hari kami mencari penduduk setempat yang mau berbicara dan menunjukkan di mana terowongan itu berada, tetapi selalu kesulitan. Sebab, biasanya orang tak mau bicara soal terowongan, apalagi menunjukkan. Entah mengapa. Karena itu, ketika kami menyebut kata ”terowongan”, ia memperlihatkan wajah kaget, lalu tertawa.
”Penduduk di sini sudah tahu bahwa ada banyak terowongan bawah tanah di sepanjang perbatasan Jalur Gaza-Mesir. Namun, tidak ada yang tahu berapa persisnya atau kira-kira jumlahnya,” kata Ismail.
”Terowongan bawah tanah itu biasanya berada di dalam rumah di sisi wilayah Jalur Gaza dan menyambung ke dalam rumah di sisi wilayah Mesir. Galian terowongan itu kira 15 hingga 20 meter ke bawah dan panjangnya sekitar 300 meter hingga 500 meter,” ungkap Ismail.
Menurut dia, keberadaan terowongan bawah tanah itu hanya diketahui kalangan sangat terbatas, misalnya kalangan keluarga saja. Ia menjelaskan, antara penduduk di Rafah-Mesir dan Rafah-Palestina yang hanya dipisah dinding perbatasan banyak yang masih punya tali persaudaraan.
”Sering mereka yang masih saudara itu membuat terowongan bawah tanah antara rumah mereka yang berada di sisi wilayah Jalur Gaza dan wilayah Mesir. Dan, yang tahu terowongan itu tentu hanya terbatas di kalangan anggota keluarga mereka dan yang menggunakan terowongan itu juga hanya anggota keluarga itu,” ungkap Ismail sambil menambahkan, bisa dikatakan bahwa terowongan yang mereka miliki itu adalah terowongan keluarga.
Karena itu, lanjutnya, tidak mungkin aparat keamanan, baik Mesir maupun Israel, mampu menghancurkan terowongan bawah tanah itu, atau siapa pun, karena terowongan bawah tanah itu sering menjadi rahasia keluarga atau kalangan penduduk yang sangat terbatas.
Kalau kemudian ada terowongan yang berhasil dihancurkan aparat keamanan, itu pasti ada yang membocorkannya. Ismail lalu menuduh para mata-mata Israel yang berkeliaran di Rafah yang memberi informasi soal terowongan itu.
”Saya dengar ada mata-mata Israel mendapat imbalan 1.000 dollar AS setiap dia memberi informasi baru. Kebanyakan dari mata-mata itu adalah warga Palestina sendiri,” kata Ismail.
Tak ada senjata
Ismail juga membantah keras jika terowongan itu digunakan untuk menyelundupkan senjata. Menurut dia, terowongan bawah tanah itu hanya menyelundupkan bahan makanan, minuman, dan rokok dari Mesir ke Jalur Gaza, terutama sejak blokade Israel atas Jalur Gaza.
Petang itu kami berpisah dengan sedikit informasi tentang terowongan dari Ismail. Kami berjanji bertemu lagi di tempat yang sama setelah sembahyang Jumat esok harinya.
Esok harinya, sebelum bertemu Ismail, kami putar-putar di kota Rafah, Mesir. Hari itu hari Jumat. Kota seperti kota mati karena kehidupan dan aktivitas masyarakat baru mulai setelah sembahyang Jumat.
Rafah tampak begitu kotor. Sampah-sampah bertebaran di jalan-jalan yang berlubang-lubang. Bangunan di kota itu pun lusuh dan berdebu. Bila ada mobil lewat, debu beterbangan.
Pohon-pohon jeruk di sisi kanan kiri jalan yang buahnya begitu lebat dengan warna kuning ranum tidak mampu menghidupkan suasana Rafah. Keranuman jeruk itu tetap tak mampu mengalahkan kelusuhan kota. Daun-daun pohon zaitun yang lebat dan semestinya berwarna hijau segar berubah kelabu berselimutkan debu.
Tidak menarik sama sekali, kota itu. Yang menarik adalah di setiap mulut jalan menuju tembok perbatasan dijaga tentara dan polisi. Di mulut jalan dibangun barikade dan, kadang, truk mereka pun diparkir di mulut jalan. Beberapa barikade juga dibangun di jalan utama selebar enam meteran. Setiap kendaraan yang melintas dihentikan dan diperiksa.
Di kota yang lusuh itulah kami bertemu Walid, bocah lelaki usia 13 tahun. Ini pun pertemuan kebetulan. Saat itu kami tengah berhenti di depan sebuah rumah karena mendengar deru pesawat tempur Israel. Kami keluar dari mobil, ingin tahu apa yang akan terjadi.
Kala itulah, dari atap sebuah rumah ada seorang anak kecil—yang belakangan kami tahu bernama Walid—berteriak kepada kami dan mengajak kami naik ke atap rumahnya. Kami pun naik ke atap rumah berlantai tiga milik orangtua Walid. Ibu Walid diam saja, hanya melihat dengan sorotan mata heran ketika kami masuk rumahnya dan naik tangga yang menuju ke atap. (Trias Kuncahyono/ Mustafa Abd Rahman, dari Rafah)
Sumber Asli:klik di sini
Selengkapnya...
Saturday, January 17, 2009
Revalina S Temat: Israel Biadab
By Republika Newsroom
Sabtu, 17 Januari 2009 pukul 23:01:00 
BANDUNG -- Artis muda berbakat, Revalina S Temat, mengutuk keras agresi yang dilakukan tentara Israel ke Palestina.
"Sebagai seorang muslim, aku sangat tidak setuju dan mengutuk keras serangan tentara Israel ke Palestina," katanya usai menghadiri Meet and Great Film "Perempuan Berkalung Sorban", di salah satu radio anak muda di Bandung, Sabtu.
Ia menilai, serangan yang dilakukan oleh tentara Israel sangat tidak manusiawi dan biadab. "Aku sedih, karena anak kecil saja jadi sasaran serangan tank-tank Israel," kata kekasih aktor dan komedian Ringgo Agus Rahman.
Dikatakannya, bentuk kepedulian dirinya terhadap rakyat Palestina hanya dapat dilakukan dengan doa. "Saat ini support yang dapat aku berikan bagi rakyat Palestina hanya melalui doa dan dukungan moril," kata perempuan yang pernah bermain film Pocong 2 arahan Rudi Soejarwo.
Saat ini, artis kelahiran Jakarta, 26 November 1985 silam, sedang sibuk mempromosikan film terbarunya berjudul "Perempuan Berkalung Sorban", di beberapa kota besar yang ada di Indonesia. Dalam film tersebut, Revalina berperan sebagai Anissa, anak dari seorang pemimpin pesantren salaf, yang berjuang mendapatkan hak-haknya dalam memilih hidup.ant/kp
Sumber Asli: klik di sini
Selengkapnya...
Tim MER-C Indonesia Diizinkan Masuk Gaza
By Republika Newsroom
Minggu, 18 Januari 2009 pukul 04:13:00
RAFAH -- Relawan "Medical Rescue Commite" (MER-C) Indonesia, menjadi tim pertama asal Indonesia yang akan masuk ke Jalur Gaza di Palestina.
Tim yang terdiri atas tiga dokter dan seorang yang bertugas mendukung keperluan logistik itu masuk ke gerbang perbatasan Kota Rafah, sekitar pukul 15.20 waktu setempat (20.20 WIB), demikian dilaporkan wartawan ANTARA Andi Jauhari, Sabtu.
Relawan yang masuk itu --setelah mendapat rekomendasi KBRI Kairo, Bulan Sabit Merah Mesir dan Mendagri Mesir-- adalah Presidium MER-C dr Jose Rizal Jurnalis, SpOT, dr Indragiri, SpA, dr Syarbini Abdul Muradz dan Moh Mursalim (logistik).
Sedangkan satu anggota relawan lainnya Ir Faried Thalib (logistik), yang juga sudah mendapat izin masuk, tetap tinggal di Kairo dan El-Arish, karena harus mengkoordinasikan bantuan yang akan dikirim masa mendatang, seperti mobil ambulans dan obat-obatan.
Namun, pada saat bersamaan, saat tim sedang diwawancarai wartawan, bom dengan daya ledak besar dan bersuara sangat keras, Sabtu sore sekitar pukul 15.20 waktu setempat (20.50 WIB), dihantamkan pesawat Israel, persis di garis perbatasan Mesir-Palestina di Kota Rafah.
Bom itu jatuh satu menit, saat tim relawan medis MER-C Indonesia, bisa masuk ke Jalur Gaza, melalui Rafah, setelah menunggu hampir dua minggu di Kairo untuk mendapatkan kepastian izin masuk ke Jalur Gaza.
Hantaman bom itu menggetarkan gedung "Arrival Hall" yang menjadi tempat menunggu relawan yang akan masuk ke Rafah Palestina untuk masuk ke Gaza, sehingga membuat kepanikan dan kagetnya orang-orang yang beraktivitas di dalam.
Setelah melalui prosedur pemeriksaan dokumen yang dibutuhkan, empat relawan MER-C Indonesia itu dipastikan menyebrang masuk ke Rafah Palestina untuk menuju Jalur Gaza.
Pada pukul 17.10 waktu setempat (22.10 WIB) dengan menggunakan bus "Gaza City" dengan nomor 08-2822616, tim relawan itu dipastikan sudah menyebrang dari wilayah Mesir dan masuk ke Palestina.
Jose Rizal Jurnalis menyebut tim pertama itu sebagai "tim bedah", dan akan bertugas warga Palestina yang banyak mengalami luka dalam dan patah tulang. "Tim ini akan mencari informasi kebutuhan apa yang paling dibutuhkan," katanya. - ant/ah
Sumber Asli: klik di sini
Selengkapnya...
Wednesday, January 14, 2009
PBB Meminta Klarifikasi
Kompas: Kamis, 15 Januari 2009 | 05:32 WIB
Trias Kuncahyono dan Mustafa Abd Rahman
RAFAH, RABU - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon berkunjung ke Mesir, Rabu (14/1), untuk meminta klarifikasi perkembangan rancangan isi kesepakatan gencatan senjata dari Mesir untuk mengakhiri agresi Israel di Jalur Gaza. Ban berharap kesepakatan itu terwujud dalam waktu dekat.
”Saya kembali mengulangi imbauan saya akan adanya gencatan senjata secepatnya. Serangan roket Hamas harus dihentikan dan operasi militer Israel di Gaza juga harus segera dihentikan. Jangan membuang waktu,” kata Ban saat konferensi pers bersama Menteri Luar Negeri Mesir Ahmed Aboul Gheit, seusai bertemu dengan Presiden Mesir Hosni Mubarak.
Ban kembali mengimbau agar kedua belah pihak menghentikan pertempuran. Selain itu, Ban juga meminta ”bantuan kemanusiaan segera disediakan” agar tidak terjadi krisis kemanusiaan. ”Sebagai Sekjen PBB, saya janji akan berusaha semaksimal mungkin mewujudkan kesepakatan gencatan senjata secepatnya dan memberi bantuan kemanusiaan,” ujarnya.
Ban berkunjung ke Mesir untuk meminta klarifikasi perkembangan rancangan isi kesepakatan gencatan senjata yang diusulkan oleh Mesir. Aboul Gheit menyatakan, sampai saat ini delegasi Hamas masih berunding dengan pihak intelijen Mesir tentang kesepakatan gencatan senjata itu.
Tokoh senior di Hamas, Moussa Abu Marzouq, mengatakan, pihaknya tengah ”mempelajari” isi rancangan kesepakatan itu. Rancangan usulan Mesir itu menyebutkan gencatan senjata bersifat sementara yang disusul gencatan senjata jangka panjang dan pembukaan perbatasan Gaza dengan pengawasan dari Otoritas Palestina pimpinan Presiden Mahmoud Abbas. Selanjutnya adalah tahap ketiga, yakni rekonsiliasi Hamas dan kelompok Fatah (Abbas).
Selain ke Mesir, Ban juga akan berkunjung ke Jordania, Ramallah di Tepi Barat, Israel, Turki, Suriah, Lebanon, dan Kuwait untuk menghadiri pertemuan Liga Arab, Senin mendatang.
Bantuan terhambat
Armada kapal laut Israel mencegat kapal Iran yang bermuatan bantuan kemanusiaan, seperti bahan makanan, obat-obatan, serta pakaian untuk warga Gaza. Kapal bantuan itu dipaksa mengarah ke pelabuhan Mesir. Kapal kargo dengan nama Shahed itu langsung dicegat saat berada 30 kilometer dari Gaza dan diminta untuk putar balik. ”Kami diperingatkan untuk tidak mendekati Gaza,” kata Ahmad Navabi yang memimpin rombongan pemberi bantuan.
Navabi menyatakan, kini mempertimbangkan mengirimkan seluruh bantuan itu melalui pintu Rafah. Kapal dengan muatan seberat 2.000 ton itu meninggalkan kota pelabuhan Bandar Abbas di Iran, dua pekan lalu. Sebelumnya, Iran telah mengirimkan pesawat kargo berisi 50 ton bantuan melalui Mesir untuk dikirimkan ke Jalur Gaza.
Selama ini, Jalur Gaza yang memiliki sekitar 1,5 juta penduduk itu bergantung sepenuhnya pada bantuan kemanusiaan asing. Berbagai kebutuhan hidup makin sulit diperoleh sejak Israel mulai menyerang Gaza. Putra Etaf Abdel-Rahman yang baru berusia 10 tahun harus antre empat jam di toko roti untuk mendapatkan delapan buah roti tawar bagi 15 anggota keluarganya.
Banyak toko yang tidak mempunyai persediaan bahan makanan. Daging sapi, ayam, sayur-sayuran, dan buah-buahan semakin sulit diperoleh. Jika ada, harganya pun sangat mahal. ”Kami sudah tidak memakai penerangan karena tak ada pasokan listrik dalam 14 hari terakhir. Warga amat menderita,” kata warga Gaza, Abdel-Rahman.
Shaima Abu Hatab, warga di Khan Younis, mengaku tidak lagi bisa menemukan tabung gas. Sebelum perang, harga isi ulang satu tabung gas mencapai 150 dollar AS. Kini gas sulit diperoleh. Oleh karena itu, PBB mulai menyuplai bahan makanan siap konsumsi, seperti roti dan makanan kaleng. (REUTERS/AFP/AP/LUK)
Sumber Asli: klik di sini
Selengkapnya...
Tuesday, January 13, 2009
Para Keluarga Palestina Hanya Bisa Berharap Cemas
Kompas: Rabu, 14 Januari 2009 | 05:57 WIB
Suara sirene sebagai peringatan adanya serangan roket dari Palestina tidak membuat Majid al-Surur takut. Dia lebih memikirkan empat cucunya yang mungkin kini terjebak di sebuah tempat di Jalur Gaza yang tengah dibombardir Israel.
”Saya merasa bertanggung jawab atas mereka. Saya merasa sayalah ayah mereka,” kata lelaki berusia 55 tahun itu, yang tinggal di kota Beersheva, sekitar satu jam naik kendaraan dari perbatasan Gaza.
Surur lahir dan dibesarkan di kota Khan Yunis, Gaza, di mana saat ini tentara Israel tengah bertempur dengan para pejuang Palestina. Akan tetapi, pada tahun 1988 Surur pindah ke Beersheva, 40 km jauhnya, dan menjadi warga Israel setelah menikahi seorang perempuan Arab-Israel.
Sejak Israel melancarkan operasi ”Cast Lead” terhadap Hamas di Gaza, dia tinggal dalam bayang-bayang roket jarak jauh yang ditembakkan pejuang Palestina. Tidak ada seorang pun di Beersheva yang terluka oleh roket-roket itu, yang sebagian besar mendarat di pinggiran kota. Sebagian besar orang yang berada di pasar penuh sesak tidak memedulikan sirene itu.
Surur pantas cemas karena keluarga besarnya terperangkap di Gaza. Menurut kabar yang dia terima, mereka terpaksa bertahan di dalam rumah selama sedikitnya satu minggu. ”Mereka ketakutan, tidak ada listrik dan makanan,” ujarnya.
Kedua anak laki-lakinya, salah satunya baru saja menikah dan lainnya baru punya bayi, selalu menelepon memberitahukan keadaan mereka ketika listrik hidup selama dua jam.
Seperti 1,2 juta warga Arab-Israel lainnya, keluarga Surur terpisahkan oleh perbatasan yang telah merenggut banyak nyawa itu. Surur tidak bisa lagi berkunjung ke Gaza sejak meletusnya perlawanan Palestina pada tahun 2000. (AFP/OKI)
Sumber asli: klik di sini
Selengkapnya...
Arab Didesak Bantu Gaza (Mesir Harap Hamas Setujui Gencatan Senjata)
Kompas: Rabu, 14 Januari 2009 | 03:46 WIB
DUBAI, SELASA - Perserikatan Bangsa-Bangsa mendesak negara-negara yang kaya minyak di Arab segera memberikan bantuan dana untuk rakyat Palestina di Jalur Gaza. Desakan itu disampaikan PBB di pertemuan koordinasi donor di Abu Dhabi, ibu kota Uni Emirat Arab, Selasa (13/1).
Dalam pertemuan itu PBB memaparkan adanya kebutuhan dana untuk alokasi bantuan darurat kemanusiaan di Gaza sekitar 100 juta dollar AS. Mayoritas dana itu akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan, obat-obatan, dan bahan bakar warga Palestina. Kepala Kantor Regional PBB Urusan Koordinasi Kemanusiaan Regional di Dubai Abdul Haq Amiri menyebutkan, PBB berusaha agar koridor bantuan kemanusiaan tetap dibuka.
Selama ini hanya dua negara di kawasan Arab yang memberikan bantuan uang melalui agen-agen PBB, yakni Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA). Sejak serangan Israel dimulai, 27 Desember lalu, hanya dua negara itulah yang aktif merogok kocek. Utusan Khusus PBB Urusan Kemanusiaan untuk Timur Tengah Abdul Aziz Arrukban menyebutkan, Arab Saudi dan UEA memberi bantuan masing-masing sekitar 10,5 juta dollar AS dan 8 juta dollar AS.
Dari hasil ”kampanye bantuan untuk korban Palestina” Raja Abdullah di Arab Saudi, terkumpul 26,7 juta dollar AS. Harian Al-Riyadh menyebutkan, Arab Saudi memprotes serangan Israel hanya melalui bantuan kemanusiaan. Protes massa seperti yang terjadi di negara lain tidak terjadi di Arab Saudi karena aksi protes dilarang. Meski demikian, Arab Saudi tetap mengecam serangan Israel.
Menurut Arab Saudi, Israel telah melancarkan peperangan rasis di Gaza. Untuk mencegah tragedi kemanusiaan, komunitas internasional diminta segera bertindak. Dalam pernyataan secara tertulis, Arab Saudi mengaku ”optimistis” dengan komitmen Presiden AS terpilih, Barack Obama, yang berjanji membentuk sebuah tim yang akan menangani proses perdamaian di Timur Tengah setelah dilantik 20 Januari 2009.
Arab Saudi amat berharap Pemerintah AS yang baru akan ”lebih serius, obyektif, dan mandiri dalam menangani isu Palestina”.
Mesir desak Hamas
Pemerintah Mesir yang tengah berunding dengan Hamas di Kairo mengenai usulan kesepakatan gencatan senjata mendesak Hamas menyetujui usulan itu sebelum akhir pekan ini. ”Kami harus mengakhiri situasi yang serba tidak jelas seperti sekarang ini dan mereka harus menyetujui usulan kami. Mesir berharap perang Israel bisa berakhir pekan ini,” kata diplomat senior Mesir yang enggan disebut namanya.
Namun, menurut sumber yang ada di Lebanon, Hamas kemungkinan besar akan menolak usulan Mesir itu. Hamas disebutkan menentang tiga elemen kunci dalam usulan Mesir. Hamas tidak setuju gencatan senjata jangka panjang (15 tahun). Hamas juga tak setuju gencatan senjata jika Israel tidak mundur. Hamas juga tidak ingin ada tim pemantau asing di pintu penyeberangan Rafah.
Sementara Israel bersedia gencatan senjata jika Hamas menghentikan serangan roket dan menutup terowongan sepanjang perbatasan Mesir dan Gaza.(REUTERS/AFP/AP/LUK)
klik di sini
Selengkapnya...
